1. Karbonisasi (Pirolisis Suhu 500°C)
Batok kelapa dipanaskan tanpa oksigen bebas untuk menguapkan zat volatil (tar, air, asam pirolignat) menjadi arang karbon pekat berkualitas tinggi.
2. Penggilingan (Crusher & Sifter Mesh 60-80)
Arang keras ditumbuk mesin hammer mill hingga menjadi serbuk tepung halus. Kehalusan butir menentukan kepadatan dan pori-pori pembakaran yang merata.
3. Pencampuran Perekat Alami (Tapioca 5%)
Bubuk arang dicampur air hangat dan lem pati tapioka alami 5-7%. Tidak ada bahan kimia berbau belerang agar aman untuk shisha dan panggangan makanan (BBQ).
4. Pencetakan Bertekanan Tinggi (Extruder Hidrolik)
Adonan dipadatkan dengan tekanan 30-50 bar membentuk balok heksagonal atau kubus padat dengan rongga udara di bagian tengah untuk sirkulasi panas.
5. Pengeringan Oven Suhu Bertahap (60°C - 80°C)
Briket mentah basah dioven selama 18-24 jam hingga kadar air anjlok di bawah 7%, menjamin briket mudah menyala tanpa memercik (*no spark*).
6. Quality Control & Kemasan Ekspor
Briket diuji jatuh (*drop test*), kadar abu diuji laboratorium, lalu dikemas dalam plastik vakum dan kardus corrugated untuk ekspor ke Timur Tengah dan Eropa.